Archive for category Living in Bali

Are you interested in retiring in Bali?

Posted by admin on Wednesday, 23 June, 2010

While sending out email about my business guide to Bali, I had a few comments from people that they are not interested in starting a business in Bali, because they are moving to retire!

It has given me an idea the idea to provide more information on this on my website and perhaps another guide.

If you are interested in retiring in Bali, I would love to know what kind of concerns you have.

As a reward to people who help answer my questions, I will be offering a free guide and response to the number one concern people have about retiring in Bali.

I have created an online survey with Survey Monkey which I suggested as a tool to use in my guide to starting a business in Bali.

I have received some fantastic replies so far. It’s great to be able to see what interests and concerns people have about retiring in Bali, which I can then hopefully put together a more useful guide.


Korupsi Atau Penipuan ?

Posted by Ammanda on Wednesday, 24 March, 2010

Bali, Buleleng

Saya tinggal di Propinsi Bali, kabupaten Buleleng. Sekitar 4 bulan lalu saya mengurus KTP, namun melalui Kepala Dusun. Kepala Dusun tersebut meminta saya membayar Rp. 750,000 di tambah dengan uang lelah dan total saya bayar Rp. 900,000.
Menurut Kepala Dusun tersebut, saya akan mendapatkan KTP saya lebih kurang tiga hari. Setelah seminggu saya tidak mendapat kabar apapun, lalu saya ke rumah Kepala Dusun tersebut dan akhirnya saya di beritahu bahwa saya akan mendapatkan KTP tersebut dalam waktu lebih kurang dua minggu. Saya masih menunggu dan setelah tiga minggu tidak mendapat kabar dari Kepala Dusun tersebut, saya menemui kembali Kepala Dusun tersebut, lalu saat saya menayakan masalah KTP saya tadi, kepala Dusun tersebut mengatakan bahwa saya harus menunggu selama enam bulan, namun akan di usahakan agar saya mendapatkan KTP dalam dua bulan saja.
Setelah dua bulan, saya masih belum juga mendapat kabar dari Kepala Dusun tersebut, hingga akhirnya saya benar – benar kesal dan marah, maka saya putuskan untuk ke kantor Lurah menanyakan langsung masalah KTP saya karena saya merasa di permainkan dan di tipu. Sampai di kantor Lurah, ternyata berkas – berkas surat pindah saya belum di kerjakan, atau hanya di letak di atas meja, bahkan belum ada laporan apa – apa baik itu ke Camat ataupun ke LUBANG SAMPAH !!!!!!
Karena kesal dan marah, saya minta kembali dokumen surat pindah saya juga uang yang telah saya beri sebesar Rp. 900,000 waktu itu, lalu Kepala Dusun tersebut mengatakan uang tersebut tidak dapat di kembalikan karena sudah di potong ini dan itu dan segala macam alasan. Saya bukan orang bodoh, karena saya punya pendidikan dan selain itu, orang tua saya juga salah satu staff Pegawai Negeri yang mana saya paham benar tugas – tugas staff di pemerintahan. Dimana tugas mereka adalah untuk rakyat, bukan untuk diri sendiri dan merugikan rakyat juga mempermainkan rakyat. Lalu saya minta kwitansi yang menyatakan kemana saja uang itu di gunakan. Dan dari kwitansi tersebut, ternyata uang tersebut di pakai untuk ini dan itu, dll.
Yang menjadi bahan pertanyaan saya, kenapa uang buat mengurus KTP tersebut di gunakan untuk hal yang tidak ada sangkut paut ke KTP ???? Dan lagi pula, saya tidak dapat KTP saya bahkan saya cuma dapat surat perantara untuk mengurus KTP di daerah lain,, Lalu kenapa saya harus bayar ini dan itu kalau KTP tidak dapat bahkan saya malah kehilangan uang saya.
Saya punya bukti rekaman dari percakapan masalah KTP waktu saya bicara dengan Kepala Dusun tersebut, dan bukti tersebut saya simpan dan saya berikan kepada salah satu keluarga saya. Bahkan ada beberapa orang yang mengetahui masalah pengurusan KTP tersebut. Saya berharap sekali, agar KPK atau staff Pemerintah bisa bekerja dengan jujur. Saya bisa saja mengusut masalah ini lebih panjang saat hal itu terjadi, namun karena saya merasa masih ada belas kasihan terhadap tetangga sendiri yaitu Kepala Dusun tadi, oleh karena itu saya berusaha bicara baik – baik dan tidak membawakan masalah itu ke jalur hukum.
Saya salah satu warga atau rakyat yang telah di permainkan atau di tipu tepatnya oleh salah satu staff Pemerintah di Buleleng. Saya hanya ingin berbagi agar kelak hal yang sama tidak terjadi lagi dimana saja dan oleh siapa saja. Peganglah kepercayaan yang telah di berikan oleh orang lain, dan jagalah dengan sebaik mungkin agar baik rizki dan kehidupan kamu. Uang yang tidak halal adalah uang IBLIS dan akan di makan oleh SETAN nantinya.
Kepada masyarakat atau instansi pemerintah yang membaca rubrik ini, tolong agar lebih waspada lagi, dan satu pertanyaan kepada siapa saja yang baca rubrik ini semoga bisa menjawab ….. Apakah sebutan yang pantas di berikan mengenai kejadian ini, Korupsi kah atau Penipuan ?
Terima kasih sebelumnya telah membaca rubrik saya.


Bayar 500 juta untuk menikah ?

Posted by Ammanda on Sunday, 21 February, 2010

Ada nya peraturan baru perUndang – undangan di Indonesia mengenai kawin campur, Undang – undang yang akan di buat oleh pemerintah Indonesia yaitu Bagi siapa saja yang menikah dengan warga asing maka warga asing tersebut wajib membayar Deposit ke pemerintah Indonesia sebanyak 500 juta.

http://www.thejakartapost.com/news/2010/02/19/feby-febiola-refuses-marriage-bill.html?t=1266668875#comment-34382

Link di atas adalah mengenai peraturan perundangan yang akan di berlakukan bagi mereka yang menikah dengan warga asing. Saya sebagai warga Indonesia sangat menentang peraturan perUndang – undangan ini, karena menurut saya peraturan tersebut sama hal nya dengan menjual anak – anak Bangsa Indonesia kepada warga asing. Dan dengan adanya deposit tersebut maka warga asing akan merasa sepele bahkan dapat menghina dan memperlakukan anak – anak Indonesia sebagai permainan dimana dengan membayar deposit tersebut mereka merasa memiliki hak untuk melakukan hal apa saja bagi wanita – wanita atau pria – pria Indonesia yang mereka nikahi.
Dengan deposit tersebut, maka warga asing tersebut akan merasa telah MEMBELI anak – anak bangsa Indonesia dari pemerintah Indonesia.
Disisi lain, yang membuat warga Indonesia menjadi bingung, kenapa pemerintah tidak membuat aturan Undang – undang buat membantu mereka yang tidak mampu dengan memberantas korupsi habis – habisan dan memenjarakan siapa saja dalang dari korupsi dan kemiskinan di Indonesia.
Selain itu, saya tidak setuju dengan peraturan yang akan di muat karena menurut saya, Orang tua mereka yang menikah dengan warga asing itu lah yang lebih pantas mendapatkan dana , dan bukan pemerintah. Dengan alasan umum yaitu karena orang tua mereka lah yang telah mendidik, menyekolahkan dan membiayai hidup mereka hingga dewasa dan menikah bahkan apabila anak – anak mereka memiiliki masalah dengan suami atau istri – istri mereka yang berwarga asing, orang tua tersebut lah yang membantu mereka untuk mengatasi masalah mereka, bukan pemerintah.
Jadi dana apapun yang menurut saya wajib di bayar saat anak – anak bangsa menikah dengan siapa saja, maka hanya orang tua lah yang pantas mendapatkan dana tersebut, bukan pemerintah.
selain itu saya juga tidak setuju dan sangat menetang aturan yang akan di buat tersebut karena saya juga tidak ingin anak – anak bangsa di rendah kan oleh warga asing hanya karena pemerintah mewajibkan membayar deposit 500 juta untuk mendapatkan dan menikahi anak – anak bangsa Indonesia. hal ini sama dengan penjualan anak – anak bangsa kepada warga ASING.
Bagi mereka yang tidak setuju dengan aturan yang akan di buat tersebut silahkan bergabung di GROUP :

http://www.facebook.com/profile.php?ref=profile&id=1176154765#!/group.php?gid=341770342153&ref=mf


Investasi Terbaik

Posted by Ammanda on Wednesday, 17 February, 2010

Lovina, Bali

Investasi dapat di katakan salah satu hobby atau sebagai pekerjaan paling mengasikkan dan paling baik untuk financial di hari kedepan.
Kebanyak investasi selama ini yang di lakukan oleh banyak awam adalah dengan bermain di saham Bank.

Namun sejak di tahun 2008 hingga 2010, Begitu banyak masalah yang tidak dapat di hindari dalam bermain saham. Hingga beberapa Bank yang hingga saat ini masih dalam penanganan atas tuntutan penanam saham yang merasa di rugi kan.

Bali adalah lahan Investasi yang saat ini di manfaatkan oleh mereka yang menyukai dunia berinvestasi. Bali adalah investasi terbaik, karena di Bali sangat mudah untuk memperoleh kembali nilai yang telah kita tanam untuk kita dapatkan kembali.

Kebanyak dari mereka yang berinvestasi di Bali adalah dengan membeli lahan lalu menjual kembali atau membeli lahan dan membangun sebuah Villa lalu menjual kembali kepada orang asing lain nya. Atau dengan membeli lahan, membangun sebuah Hotel atau bisnis apa saja dan dapat menuai dari bisnis tersebut di samping dari pekerjaan lain nya atau dari investasi lain nya.

Untuk sebuah Villa atau Hotel, Bali salah satu tempat terlaris dan terbaik memulai bisnis dan dengan mudah mendapatkan kembali modal yang tertanam dan menuai untung yang lumayan. Selain itu, berinvestasi berupa lahan atau property tidak merugikan. karena memiliki bentuk yang dapat kita olah dan juga investasi sejenis ini tidak tipe investasi hangus.


Keunggulan Menggunakan Agency Property

Posted by Ammanda on Sunday, 14 February, 2010

Lovina, Bali

Banyak nya kasus yang terjadi di Bali mengenai jual – beli Property adalah masalah yang sangat sulit di atasi. Beberapa masalah yang terjadi di Bali, tentang jual – beli property adalah banyak nya Surat Tanah yang ganda atau bermasalah dan banyak nya makelar – makelar yang menyalah gunakan pasaran harga property di Bali.
Sebenarnya Agency tidak jahu beda dengan Makelar, hanya saja Makelar tidak memiliki Ijin Usaha yang kuat di badan Hukum dan Makelar juga tidak benar – benar memahami property yang akan di jual.

Keuntungan menggunakan Agency Property adalah, Agency memiliki badan usaha dan memiliki kontrak khusus dan langsung dengan pemilik property yang akan menjual property tersebut. Selain itu Agency mengetahui sisi positif dan negatif dari property yang akan di jual.
Tiap Agency juga mengetahui apakah property tersebut layak bangun usaha atau tidak, apakah property tersebut layak untuk perumahan mewah atau bisnis, apakah property tersebut memiliki akses listrik, air atau tidak, apakah property tersebut memiliki IMB atau tidak.

Begitu banyak hal yang harus di pahami dan di ketahui oleh suatu property yang akan di jual, dan hal – hal tersebut yang akan di tanyakan oleh para konsumen yang mana sebagai Agency mereka akan memiliki semua jawaban untuk semua pertanyaan tersebut.
Sebagai Agency Property, mereka juga wajib memberikan informasi mengenai sisi Negatif dan positif dari produk yang mereka jual. Karena dengan begitu para konsumen akan merasa puas dengan kejujuran dan pelayanan dari Agency tersebut.

Sebagai bahan tambahan, Sebelum membeli sebuah property adalah, Memeriksa keapsahan Dokumen – dokumen proeprty tersebut, dari surat – surat tanah atau perumahan agar di check terlebih dahulu dan dokumen yang lain seperti pajak, air, listrik, telepon dan dokumen yang mendukung lain nya. Setelah semua dokumen benar – benar bersih dan setelah memeriksa apakah property tersebut memiliki sengketa atau tidak, apabila semua benar – benar bersih, maka silahkan melakukan transaksi.


Stress in Bali

Posted by admin on Friday, 5 February, 2010

It is probably hard for people not living in Bali to believe, but sometimes life in Bali can actually be stressful. Not in the western 9-5 working week grind that most people are probably accustomed to, but trying to live in a different culture with a different language and values.

There is definitely a different perception of time. We ordered some custom furniture and it was only supposed to take one week, but we have been waiting now for more than one month for it to be delivered. I want to just cancel the order, but they stuff they make is really nice.

Earlier in the new year, we were robbed while we were sleeping. Fortunately not too much was taken, but the thought of having someone enter your home while you are asleep has been playing on my mind, even one month later. I tend to wake at the slightest sound.

I could go on, but if you are planning on moving to Bali and expecting it to be one long vacation, then think again. To be honest though dealing with these different kinds of “problems” is always a lesson in itself and you can always look back on the various experiences later and have a good laugh. Even when we were robbed, I was amazed at how the community and our friends came together to support us.

I love being able to take the dog for a walk in the cool, late afternoon, through the rice fields, along the beach, stopping every now and again having a chat to anyone who will talk to me and finally ending up in a restaurant to have a cold Bintang while watching the sun go down. Bali – the almost perfect paradise.


Better late than never

Posted by admin on Tuesday, 2 February, 2010

I have to apologize for the lack of updates on this blog. I meant to do a wrap for 2009 and never got around to doing that and now it is already February!

I remember back when I was working in a regular IT job how slow the week used to go as you looked forward to the weekend. Living in Bali (unless of course if you are working) is really one long weekend. I often lose track of the days. Balinese themselves follow their own calendar, so they don’t necessarily follow a regular Monday to Friday week. I think only government and bank employees have a regular working week.

So for having such a relaxed life here, time goes surprisingly fast. Even if you are retired here, or just taking an extended break from work, you will probably be surprised how active you will be. Of course I don’t mean in the usual busy western working lifestyle, but in socializing with other expats and your Balinese friends.

I have many plans and ideas for the year, but as anyone who has lived in Bali before knows, you often hit various hurdles that seem to block your every move.

If you don’t have any patience or can’t learn to be a patient person, living in Bali could be a nightmare!


Rainy season

Posted by admin on Tuesday, 29 December, 2009

I am living in the north of Bali, near Lovina. Lovina is quite dry compared with southern Bali and is described as a sub-tropical region.

The rainy season is supposedly late starting this year and for the past couple of days it has been raining quite a bit. It’s actually a bit of a new experience having to think about the weather when trying to make plans to go out.

Not that I am complaining though, the area badly needs water. For having so little rain, throughout most of the year, the vegetation is still fairly rich and with the extra water now, the landscape is a beautiful, lush green.


The power blackouts continue

Posted by admin on Saturday, 28 November, 2009

For the past couple of weeks, we have been without power once every four days, just for the evening. It was a little frustrating at the beginning. It seems to go off just as you are watching something good on television or working on something on the internet.

After a few blackouts though, you get used to it and it is actually a good chance to have a quiet candle lit dinner and just sit outside in the peace and quiet. As long as you don’t look at the clock, it somehow feels much later just using candles for light and it surprisingly easy having an early night.


Tanah Lots, Bali

Posted by Ammanda on Friday, 30 October, 2009

tanah lot7

tanah lot 3

tanah lot lg4

Tanah lots, Bali, Indonesia adalah salah satu tempat wisata yang sangat menarik dimana di tempat ini kamu dapat melihat keindahan bali yang masih natural. Di tanah lots ini, selain kamu bisa melihat keindahan alam bali dengan pantai yang indah dan ombak yang menerjang karang di sekitaran tanah lots, kamu juga akan melihat pura yang tepat berada di atas bukit. Pura yang besar dan masih aktif hingga saat ini. Di tanah lots ini juga kamu bisa melihat tarian bali yaitu tarian kecak. Tarian dari seni kebudayaan bali yang di gunakan untuk acara – acara khusus di bali.