Archive for category Tourism

Mumbul Guesthouse Lovina

Posted by on Tuesday, 22 February, 2011

Mumbul guesthouse adalah penginapan di Lovina, wilayah Bali utara. Mumbul guesthouse salah satu penginapan murah di Bali dengan fasilitas Free Wifi, Kolam renang, Pemandangan sawah yang alami seperti di desa, ac, air panas, restaurant.

Mumbul guesthouse memberikan harga murah termasuk dengan sarapan pagi.  Kegiatan yang bisa di lakukan di Lovina, Bali adalah melihat lumba – lumba, memancing, snorekling, diving, dan juga beberapa tour yang lainnya. Mumbul guesthouse juga dapat membantu anda untuk mendapatkan jasa tour di atas tersebut beserta dengan penyewaan mobil, penyewaan sepeda motor.

Mumbul guesthouse juga menyediakan buku – buku bacaan berupa novel dengan berbahasa inggris dan buku – buku tersebut dapat di baca dengan gratis.

Selamat menikmati liburan di Bali dengan fasilitas – fasilitas yang bagus, dan menikmati indah nya alam pariwisata Indonesia, Bali.

Mumbul Lovina

+62858 -5743 -8882


Korupsi Atau Penipuan ?

Posted by on Wednesday, 24 March, 2010

Bali, Buleleng

Saya tinggal di Propinsi Bali, kabupaten Buleleng. Sekitar 4 bulan lalu saya mengurus KTP, namun melalui Kepala Dusun. Kepala Dusun tersebut meminta saya membayar Rp. 750,000 di tambah dengan uang lelah dan total saya bayar Rp. 900,000.
Menurut Kepala Dusun tersebut, saya akan mendapatkan KTP saya lebih kurang tiga hari. Setelah seminggu saya tidak mendapat kabar apapun, lalu saya ke rumah Kepala Dusun tersebut dan akhirnya saya di beritahu bahwa saya akan mendapatkan KTP tersebut dalam waktu lebih kurang dua minggu. Saya masih menunggu dan setelah tiga minggu tidak mendapat kabar dari Kepala Dusun tersebut, saya menemui kembali Kepala Dusun tersebut, lalu saat saya menayakan masalah KTP saya tadi, kepala Dusun tersebut mengatakan bahwa saya harus menunggu selama enam bulan, namun akan di usahakan agar saya mendapatkan KTP dalam dua bulan saja.
Setelah dua bulan, saya masih belum juga mendapat kabar dari Kepala Dusun tersebut, hingga akhirnya saya benar – benar kesal dan marah, maka saya putuskan untuk ke kantor Lurah menanyakan langsung masalah KTP saya karena saya merasa di permainkan dan di tipu. Sampai di kantor Lurah, ternyata berkas – berkas surat pindah saya belum di kerjakan, atau hanya di letak di atas meja, bahkan belum ada laporan apa – apa baik itu ke Camat ataupun ke LUBANG SAMPAH !!!!!!
Karena kesal dan marah, saya minta kembali dokumen surat pindah saya juga uang yang telah saya beri sebesar Rp. 900,000 waktu itu, lalu Kepala Dusun tersebut mengatakan uang tersebut tidak dapat di kembalikan karena sudah di potong ini dan itu dan segala macam alasan. Saya bukan orang bodoh, karena saya punya pendidikan dan selain itu, orang tua saya juga salah satu staff Pegawai Negeri yang mana saya paham benar tugas – tugas staff di pemerintahan. Dimana tugas mereka adalah untuk rakyat, bukan untuk diri sendiri dan merugikan rakyat juga mempermainkan rakyat. Lalu saya minta kwitansi yang menyatakan kemana saja uang itu di gunakan. Dan dari kwitansi tersebut, ternyata uang tersebut di pakai untuk ini dan itu, dll.
Yang menjadi bahan pertanyaan saya, kenapa uang buat mengurus KTP tersebut di gunakan untuk hal yang tidak ada sangkut paut ke KTP ???? Dan lagi pula, saya tidak dapat KTP saya bahkan saya cuma dapat surat perantara untuk mengurus KTP di daerah lain,, Lalu kenapa saya harus bayar ini dan itu kalau KTP tidak dapat bahkan saya malah kehilangan uang saya.
Saya punya bukti rekaman dari percakapan masalah KTP waktu saya bicara dengan Kepala Dusun tersebut, dan bukti tersebut saya simpan dan saya berikan kepada salah satu keluarga saya. Bahkan ada beberapa orang yang mengetahui masalah pengurusan KTP tersebut. Saya berharap sekali, agar KPK atau staff Pemerintah bisa bekerja dengan jujur. Saya bisa saja mengusut masalah ini lebih panjang saat hal itu terjadi, namun karena saya merasa masih ada belas kasihan terhadap tetangga sendiri yaitu Kepala Dusun tadi, oleh karena itu saya berusaha bicara baik – baik dan tidak membawakan masalah itu ke jalur hukum.
Saya salah satu warga atau rakyat yang telah di permainkan atau di tipu tepatnya oleh salah satu staff Pemerintah di Buleleng. Saya hanya ingin berbagi agar kelak hal yang sama tidak terjadi lagi dimana saja dan oleh siapa saja. Peganglah kepercayaan yang telah di berikan oleh orang lain, dan jagalah dengan sebaik mungkin agar baik rizki dan kehidupan kamu. Uang yang tidak halal adalah uang IBLIS dan akan di makan oleh SETAN nantinya.
Kepada masyarakat atau instansi pemerintah yang membaca rubrik ini, tolong agar lebih waspada lagi, dan satu pertanyaan kepada siapa saja yang baca rubrik ini semoga bisa menjawab ….. Apakah sebutan yang pantas di berikan mengenai kejadian ini, Korupsi kah atau Penipuan ?
Terima kasih sebelumnya telah membaca rubrik saya.


Bayar 500 juta untuk menikah ?

Posted by on Sunday, 21 February, 2010

Ada nya peraturan baru perUndang – undangan di Indonesia mengenai kawin campur, Undang – undang yang akan di buat oleh pemerintah Indonesia yaitu Bagi siapa saja yang menikah dengan warga asing maka warga asing tersebut wajib membayar Deposit ke pemerintah Indonesia sebanyak 500 juta.

http://www.thejakartapost.com/news/2010/02/19/feby-febiola-refuses-marriage-bill.html?t=1266668875#comment-34382

Link di atas adalah mengenai peraturan perundangan yang akan di berlakukan bagi mereka yang menikah dengan warga asing. Saya sebagai warga Indonesia sangat menentang peraturan perUndang – undangan ini, karena menurut saya peraturan tersebut sama hal nya dengan menjual anak – anak Bangsa Indonesia kepada warga asing. Dan dengan adanya deposit tersebut maka warga asing akan merasa sepele bahkan dapat menghina dan memperlakukan anak – anak Indonesia sebagai permainan dimana dengan membayar deposit tersebut mereka merasa memiliki hak untuk melakukan hal apa saja bagi wanita – wanita atau pria – pria Indonesia yang mereka nikahi.
Dengan deposit tersebut, maka warga asing tersebut akan merasa telah MEMBELI anak – anak bangsa Indonesia dari pemerintah Indonesia.
Disisi lain, yang membuat warga Indonesia menjadi bingung, kenapa pemerintah tidak membuat aturan Undang – undang buat membantu mereka yang tidak mampu dengan memberantas korupsi habis – habisan dan memenjarakan siapa saja dalang dari korupsi dan kemiskinan di Indonesia.
Selain itu, saya tidak setuju dengan peraturan yang akan di muat karena menurut saya, Orang tua mereka yang menikah dengan warga asing itu lah yang lebih pantas mendapatkan dana , dan bukan pemerintah. Dengan alasan umum yaitu karena orang tua mereka lah yang telah mendidik, menyekolahkan dan membiayai hidup mereka hingga dewasa dan menikah bahkan apabila anak – anak mereka memiiliki masalah dengan suami atau istri – istri mereka yang berwarga asing, orang tua tersebut lah yang membantu mereka untuk mengatasi masalah mereka, bukan pemerintah.
Jadi dana apapun yang menurut saya wajib di bayar saat anak – anak bangsa menikah dengan siapa saja, maka hanya orang tua lah yang pantas mendapatkan dana tersebut, bukan pemerintah.
selain itu saya juga tidak setuju dan sangat menetang aturan yang akan di buat tersebut karena saya juga tidak ingin anak – anak bangsa di rendah kan oleh warga asing hanya karena pemerintah mewajibkan membayar deposit 500 juta untuk mendapatkan dan menikahi anak – anak bangsa Indonesia. hal ini sama dengan penjualan anak – anak bangsa kepada warga ASING.
Bagi mereka yang tidak setuju dengan aturan yang akan di buat tersebut silahkan bergabung di GROUP :

http://www.facebook.com/profile.php?ref=profile&id=1176154765#!/group.php?gid=341770342153&ref=mf


Keunggulan Menggunakan Agency Property

Posted by on Sunday, 14 February, 2010

Lovina, Bali

Banyak nya kasus yang terjadi di Bali mengenai jual – beli Property adalah masalah yang sangat sulit di atasi. Beberapa masalah yang terjadi di Bali, tentang jual – beli property adalah banyak nya Surat Tanah yang ganda atau bermasalah dan banyak nya makelar – makelar yang menyalah gunakan pasaran harga property di Bali.
Sebenarnya Agency tidak jahu beda dengan Makelar, hanya saja Makelar tidak memiliki Ijin Usaha yang kuat di badan Hukum dan Makelar juga tidak benar – benar memahami property yang akan di jual.

Keuntungan menggunakan Agency Property adalah, Agency memiliki badan usaha dan memiliki kontrak khusus dan langsung dengan pemilik property yang akan menjual property tersebut. Selain itu Agency mengetahui sisi positif dan negatif dari property yang akan di jual.
Tiap Agency juga mengetahui apakah property tersebut layak bangun usaha atau tidak, apakah property tersebut layak untuk perumahan mewah atau bisnis, apakah property tersebut memiliki akses listrik, air atau tidak, apakah property tersebut memiliki IMB atau tidak.

Begitu banyak hal yang harus di pahami dan di ketahui oleh suatu property yang akan di jual, dan hal – hal tersebut yang akan di tanyakan oleh para konsumen yang mana sebagai Agency mereka akan memiliki semua jawaban untuk semua pertanyaan tersebut.
Sebagai Agency Property, mereka juga wajib memberikan informasi mengenai sisi Negatif dan positif dari produk yang mereka jual. Karena dengan begitu para konsumen akan merasa puas dengan kejujuran dan pelayanan dari Agency tersebut.

Sebagai bahan tambahan, Sebelum membeli sebuah property adalah, Memeriksa keapsahan Dokumen – dokumen proeprty tersebut, dari surat – surat tanah atau perumahan agar di check terlebih dahulu dan dokumen yang lain seperti pajak, air, listrik, telepon dan dokumen yang mendukung lain nya. Setelah semua dokumen benar – benar bersih dan setelah memeriksa apakah property tersebut memiliki sengketa atau tidak, apabila semua benar – benar bersih, maka silahkan melakukan transaksi.


Bali's governor jealous of Malaysia's success in tourism

Posted by on Saturday, 31 October, 2009

Bali’s governor I Made Mangku Pastika has said he is jealous of Malaysia because of their success in attracting tourists to their country.

Bali is only one island in the whole of Indonesia, so 2 million visitors to Bali is a pretty good effort in my opinion. Malaysia had 22 million tourists in 2008. I think that Bali is now at a point where any more tourists visiting the island are going to have a negative impact on the island’s environment.

Some of the things I enjoy about traveling to Malaysia, compared with Indonesia are the free three month visas you get on arrival, buying duty-free alcohol in Lang Kawi and the pretty good public transport system they have.

My suggestions to improve tourism would include getting rid of the fees you have to pay for visas, allow longer stays, so people might travel further outside of Bali and reduce the high import taxes on alcohol.


Many hotels full during Lebaran holiday

Posted by on Friday, 25 September, 2009

The first week of Idul Fistri holiday or Lebaran as it is known in Indonesia is now over, with one week to go and many hotels are experiencing strong demand in Bali.

I am living in Lovina and have always been told, it’s not a good place for a tourist business, but people I know had trouble getting a room in the town. While the beaches don’t get packed like Kuta, the restaurants are generally full every night.

From the Jakarta Post:

“All hotels, from budget to upmarket, are flooded with domestic visitors,” said Perry Markus, the secretary-general of the Bali branch of the Indonesia Hotels and Restaurants Association (PHRI).

He said that occupancy rates for hotels in those areas had reached 100 percent during the holiday period.

“The hotels in those areas were so full that a large number of visitors had to find accommodation elsewhere,” he said.

swimming-pool-lovina-bali


Travel delays expected as Islamic holiday Idul Fitri begins

Posted by on Wednesday, 16 September, 2009

Idul Fitri is the Islamic holiday that marks the end of the month long fasting of Ramadan. Many Indonesians from Java will return home for the holiday and a large number of domestic tourists will visit Bali for the holiday.

Police will be monitoring the massive movement of people leaving and entering Bali through the port of Gilmanuk where ferries connect Bali with Java. Not only will there be a high chance of traffic accidents, police fear terrorists might target the holiday period to enter the island of Bali.

Generally a good time to avoid travel if possible and many government offices, including immigration, are closed during the period.

bali-motorbikes


Some tourist cancellations after Jakarta bombs

Posted by on Thursday, 23 July, 2009

Tourism officials in Bali are confident the damage done to the industry from the recent bombings in Jakarta will only be minor.

“Until August 31, we have insignificant tourist arrival cancellation ranged 0-30 percent,” Ben Sukma, chairman the Association of Indonesia Tours and Travel told reporters.

“We also suffer cancellation of a cruise from Japan to Bali province, consisting of 1,800 people,” said Ben.

A martial arts tournament organized by the World Federation of Karate-Do Organizations has cancelled the tournament in Bali which was to be held from Saturday to Sunday this week.

The Culture and Tourism Minister Jero Wacik estimated the tourism sector would take 6 months to recover.

“Indonesia has a lot of experience dealing with crises,” he said Wednesday at a press conference in the capital.

“We’ve been hit by bombs, tsunami, bird flu and financial crises, but we’ve survived. We always survive.

“We needed just one year to recover from the second Bali bombing. I have a gut feeling this time we’ll need only six months to recover.”


Australia upgrades travel warning to Bali

Posted by on Monday, 20 July, 2009

smartravellerThe Australian government has upgraded its travel warning for Bali and Indonesia on their Smart Traveller website after the recent bombing which killed three Australians.

- We advise you to reconsider your need to travel to Indonesia, including Bali, at this time due to the very high threat of terrorist attack.
- On 17 July 2009, terrorists detonated bombs at the Ritz-Carlton Hotel and the JW Marriott Hotel in Jakarta. Australians were among those killed and injured.
- There is a possibility of further terrorist attacks in Jakarta and elsewhere in Indonesia, including Bali.

I am Kuta right now and it seems to be business as usual, but I am sure the travel warnings will have a negative impact on tourism here.

Since the bomb attacks, security has been stepped up and police are on a high alert, so it’s probably a safe time to travel as the terrorists will be laying low for a while. The problem is when some other news gets the attention of people and they forget about the chance of bombings.


Governor gives support to Julia Roberts' movie to be made in Bali

Posted by on Sunday, 14 June, 2009

Bali’s governor Made Pastika is giving his support for part of the movie “Eat, Pray, Love” to be filmed in Bali. Julia Roberts will play the leading role.

The novel by Elizabeth Gilbert tells the story of a woman’s “spiritual journey” as she sets off for a year of travel to recover from a divorce and failed relationship. She travels to Italy to eat, India to pray and Bali to find love.

The film is set to be a blockbuster and should be a great promotion for tourism to Bali. In Bali she rents a house in Ubud and spends most of her time there.