Keunggulan Menggunakan Agency Property
Lovina, Bali
Banyak nya kasus yang terjadi di Bali mengenai jual – beli Property adalah masalah yang sangat sulit di atasi. Beberapa masalah yang terjadi di Bali, tentang jual – beli property adalah banyak nya Surat Tanah yang ganda atau bermasalah dan banyak nya makelar – makelar yang menyalah gunakan pasaran harga property di Bali.
Sebenarnya Agency tidak jahu beda dengan Makelar, hanya saja Makelar tidak memiliki Ijin Usaha yang kuat di badan Hukum dan Makelar juga tidak benar – benar memahami property yang akan di jual.
Keuntungan menggunakan Agency Property adalah, Agency memiliki badan usaha dan memiliki kontrak khusus dan langsung dengan pemilik property yang akan menjual property tersebut. Selain itu Agency mengetahui sisi positif dan negatif dari property yang akan di jual.
Tiap Agency juga mengetahui apakah property tersebut layak bangun usaha atau tidak, apakah property tersebut layak untuk perumahan mewah atau bisnis, apakah property tersebut memiliki akses listrik, air atau tidak, apakah property tersebut memiliki IMB atau tidak.
Begitu banyak hal yang harus di pahami dan di ketahui oleh suatu property yang akan di jual, dan hal – hal tersebut yang akan di tanyakan oleh para konsumen yang mana sebagai Agency mereka akan memiliki semua jawaban untuk semua pertanyaan tersebut.
Sebagai Agency Property, mereka juga wajib memberikan informasi mengenai sisi Negatif dan positif dari produk yang mereka jual. Karena dengan begitu para konsumen akan merasa puas dengan kejujuran dan pelayanan dari Agency tersebut.
Sebagai bahan tambahan, Sebelum membeli sebuah property adalah, Memeriksa keapsahan Dokumen – dokumen proeprty tersebut, dari surat – surat tanah atau perumahan agar di check terlebih dahulu dan dokumen yang lain seperti pajak, air, listrik, telepon dan dokumen yang mendukung lain nya. Setelah semua dokumen benar – benar bersih dan setelah memeriksa apakah property tersebut memiliki sengketa atau tidak, apabila semua benar – benar bersih, maka silahkan melakukan transaksi.


Facebook
RSS
Twitter
Saya kira terlalu naif jika sesuatu disebut lebih unggul hanya karena statusnya yang berbadan hukum. Profesionalitas bukan sesuatu yang bisa dinilai oleh beberapa lembar kertas atau kantor yang mengesankan. Memang, banyak makelar lepas (independent) di Bali yang benar-benar dari jenis yang terburuk (hanya mengejar komisi, menaikkan harga seenak perut dll)tapi bukankah hal yang sama bisa dikenakan pula pada perusahaan property legal?
Di lain pihak, tidak sedikit pula para makelar independen yang benar-benar helpful dalam segala hal, mulai dari pencarian property, negosiasi sampai proses pemindahan tangan dokumen2 yang perlu, tanpa pengeluaran biaya ekstra atau birokrasi yang berbelit2. “Pokoknya beres!” (sesuatu yang saya yakin tidak bisa dilakukan property legal).
Masalah aspek negatif/positif dari suatu property sementara itu adalah sesuatu yang harus dikembalikan pada calon pembeli sendiri. Apakah mereka tahu/paham apa yang sebenarnya mereka cari? Sepanjang pertanyaan yang mereka ajukan bersifat teknis seperti yang anda sebut di atas, saya yakin makelar independen yang paling tidak berpengalaman pun bisa menjawab. Lain halnya jika pertanyaan yang diajukan lebih spesifik (Feng Shui dll) Jangankan yang independen, makelar “pro” pun bakal bingung menjawabnya (walau saya–seorang makelar independen– cukup yakin bahwa saya mampu menjelaskannya–Self-promotion mode ON).
Dengan kata lain, makelar independen atau legal, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan it’s up to the property owner atau its prospective buyer, mana yang mereka pilih sebagai mitra penjualan/pembelian property. Di lain pihak, saya setuju bahwa berhati-hati dalam meneliti keabsahan dokumen adalah perlu. Dan itulah sebabnya, dalam berbagai transaksi yang saya lakukan, saya memandang perlu mempertemukan pemilik dan calon pembeli bahkan ketika tahapannya masih survey.
Good,,
Benar yang anda katakan, banyak nya makelar yang masih mengerti untuk menjawab beberapa pertanyaan di bidang property yang di jual kepada buyer.
Selain itu benar juga bahwa semua itu terlepas atas kemauan para buyer dan owner untuk memilih siapa saja sebagai penjual yang dapat di percaya.
Mengenai menaikkan harga, apabila owner yang menginginkan kenaikan harga karena alasan mereka tertentu, sangat wajar. Namun apabila makelar yang menaikkan harga dengan cara berlebihan dan sangat tidak wajar tentu saja tidak baik.
Saya punya pengalaman sendiri, pertama sekali ke Bali dan saya menanyakan sebuah Villa yang akan di jual. Seseorang menyatakan dia di percaya untuk menjual villa tersebut, dan karena saya berencana membeli Villa tersebut, maka saya tanyakan dimana Owner nya dan bolehkan saya bicara untuk menayakan harga secara langsung dengan Owner nya karena makelar tersebut mengatakan Villa itu 1,5 milliar.
Makelar itu mengatakan bahwa yang punya Villa ada di Jawa dan inti nya saya gak bisa nemu dengan owner. Beberapa hari lagi saya kembali ke lokasi tersebut untuk melihat – lihat karena saya benar – benar tertarik dengan Villa tersebut.
Dan mungkin bernasib baik atau apa sebutan nya,, saya bertemu dengan seseorang di Villa itu dan ternyata orang tersebut pemilik Villa tersebut yang ternyata tinggal di lokasi yang jarak nya tidak jahu dari tempat tersebut.
Setelah bicara dan menanyakan harga,, ternyata harga dari owner langsung hanya 1 milliar,, sementara makelar tersebut bilang ke saya harga nya 1,5 milliar,, ternyata 500 juta untuk apa? fee buat makelar? berapa persen fee 500 juta untuk villa yg seharga 1 milliar?
Lalu saya menayakan salah satu rumah minimalis kepada agent dan rumah itu sesuai dengan pasaran rumah minimalis atau perumahan BTN,, Harga nya tidak seperti harga yang di tentukan makelar awal tadi. Agent tersebut juga banyak membantu saya dalam menjawab segala pertanyaan yang saya berikan ke agent dan dimana agent tersebut dapat membuat saya nyaman dengan penjelasan tanpa harus merasa di tipu seperti makelar yang sebelum nya yang mana menyatakan bahwa pemilik Villa tidak berada di Bali tapi di Jawa.
Yeah,, benar kalau agent atau pun makelar memiliki kekurangan dan kelebihan masing – masing. Seorang agent juga belum tentu sempurna, Namun tetap saja lebih dapat di percaya buat saya. Kecuali saya cari rumah dari teman dekat, Teman saya itu tidak saya sebut makelar karena dari teman dan wajar kalau dia dapat komisi dari owner karena telah membantu owner menjual rumahnya kepada saya. Karena dalam hal ini saya yang minta tolong cari kan rumah buat saya.
Yang saya sebut Makelar adalah mereka yang bekerja di luaran sana, tiap kali melihat orang lain membali tanda rumah di jual, mereka langsung datang menghampiri dan menyatakan mereka kenal dengan yang punya dan segala macam padahal mereka bahkan tidak tahu dan andai pun mereka kenal yang punya namun mereka serakah sekali.
Mungkin saya terlalu kaku sebagai sosok manusia, karena bagi saya,, kalau saya punya property dan akan menjual property, siapa aja bisa jual namun dengan satu point yaitu saya hanya beri komisi kepada mereka dan saya tidak suka orang tersebut menjual property bila harga mereka naikkan lagi setelah mendapatkan 5% komisi. Saya tentu merasa di rugikan menjual rumah, dengan harga pas dan beri komisi ke mereka 5% lalu mereka naikkan harga lagi dan mereka makan kenaikkan harga itu buat mereka sendiri. Sementara saya harus bayar NJOP buat pajak jual beli dan hanya dapat harga pas – pas an.
Saya rasa anda sudah mengerti inti dari rubrik yang saya tulis di blog, kenapa dan apa alasan saya menuliskan rubrik tersebut. Semua yang berasal dari pengalaman sangat baik di bagi ke seluruh orang agar jahu lebih berhati – hati sama hal nya seperti yang saya alami.
Thanx
Wah, saya ikut prihatin jika anda pernah mengalami hal yang demikian.
Sekedar sharing, baru-baru ini saya juga ketipu. Oleh seorang kenalan, saya diminta untuk mencarikan pembeli untuk sebuah villa seharga 850 Juta. Setelah dapat calon pembeli, eh ternyata si calon ini tahu kalau net villa yang dimaksud hanya 700 Juta (dan setelah saya selidiki, ternyata memang benar harganya segitu). Malu, marah, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga resiko kerjaan…
Ya. Seperti yang sudah saya akui dalam komentar saya sebelumnya, makelar dalam contoh kasus yang anda alami tersebut memang dari jenis yang terburuk. Jangankan pembeli, sesama makelar saja malas berhubungan dengan mereka. Terkadang, orang-orang ini, selain sudah dapat persenan, juga masih mengambil untung dari menaikkan harga secara gila-gilaan.
Saya juga paham betul maksud anda menulis topik ini: untuk membantu orang lain. Dan komentar saya juga bukan saya maksudkan sebagai pembelaan bagi oknum-oknum makelar bermasalah tersebut. Saya hanya ingin membela diri saya sendiri dan banyak kawan-kawan lain yang, walau sama-sama makelar, masih memiliki nurani dan etika. Karena, Ammanda, jika semua calon pembeli di Bali berpikiran seperti anda, saya bisa-bisa kehilangan mata pencaharian dan itu tentu saja bikin istri saya sedih
PS: Mungkin kita berdua perlu buat semacam “Makelar Watch” begitu? Sekedar saran…
Sambil menunggu waktu datangnya kesadaran di benak para makelar “bermasalah” tersebut (bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak benar) mungkin cukup bagi tiap orang yang pernah (dan hampir) dirugikan untuk percaya dalam hati, bahwa instant karma berlaku di bumi Bali ini. Niscaya, memikirkan hal tersebut akan membuat tidur kita nyenyak di malam hari.
Terima Kasih Ammanda karena sudah mengizinkan saya memberikan pendapat. Cheers.
Saudara dion,
Thanx atas pemahaman nya,
Saya mengerti di sisi lain anda cuma ingin menyatakan bahwa anda melakukan hal yang sepatutnya anda lakukan sebagai Makelar,
Memang benar kata pepatah, terkadang satu orang yang berbuat, maka orang lain yang kena batu nya,,
Saya sangat berharap agar mereka yang makelar lain nya dapat membaca rubrik ini agar bisa merubah strategi penjualan dan strategi harga,
Agar ttidak menaikkan harga dan menipu habis – habisan pembeli, karean sekali pembeli percaya harap di hargai dan janganlah membuat pembeli tersebut menganggap semua makelar di Indonesia ini tidak berperasaan dan di anggap jelak,,
Kepada Yth,
Saya minta bantuan kerja sama untuk mencarikan penyewa unit saya di novotel nusadua .Kepada expat orang asing.
Terima Kasihdan menantikan jawaban positief.
Jetty Sastra